Hasan Al Bashri berkata, “Orang yang mengetahui bahwa maut akan
menjemputnya, bahwa kiamat akan datang pada saatnya, dan bahwa ia akan
dimintai pertanggungjawaban di hadapan ALLAH SWT,.Maka ia selalu
bersedih.
“Perbuatan baik semakin sedikit dengan wafatnya para pelaku kebaikan.
Sementara kemungkaran semakin marak karena pelakunnya juga makin
banyak. Orang muslim yang masih tersisa di tengah maraknya kemungkaran
pasti akan bersedih.”
“Demi ALLAH, orang yang pernah hidup di abad-abad pertama Islam dan
masih hidup bersama kalian sekarang, pagi dan sore, selalu bersedih.”
“Seorang mukmin selalu bersedih: pagi bersedih, sore bersedih, dan
menggenggam keyakinan dengan penuh kesedihan baginya, apa yang cukup
untuk satu orang sudah terasa cukup; segenggam kurma dan air.”
“Kesedihan berkepanjangan di dunia dapat mendorong seseorang memperbaiki amal salehnya.”
“Wahai anak cucu Adam, bila kamu membaca Al-Quran kemudia
mengimaninya (mengamalkannya dalam kehidupan keseharian), niscaya
kesedihanmu di dunia akan panjang, rasa takutmu kepada Allah akan
semakin meningkat, dan kamu akan banyak menangis.”
-Hilyah al-Awliya’, 2/132-133.